Luka Modric tidak akan dilepas oleh Real Madrid

Direktur dari klub sepakbola Real Madrid yang bernama Emilio mengatakan jika pemain papan atas yang mereka miliki, Luka Modric itu senang membela klub sepakbola real madrid. Hal itu juga mempunyai arti jika klub Real Madrid itu tidak akan menjual Modric ke Inter Milan.

“Tidak ada masalah dengan pemain saya yang bernama Luka Modric. Ia masih menjadi pemain dari Real Madrid,” papar Butragueno.

“Luka Modric sekarang ini masih tetap bahagia membela skuad sepakbola yang sekarang ia jalani ini. Dirinya juga ingin tetap membela skuad yang sekarang ia bela Real Madrid,” papar Butragueno.

Luka Modric untuk sekarang ini juga tengah hangatnya diberitakan akan dilepas oleh klub sepak bola yang berasal dari Santiago Bernabeu. Dirinya mempunyai niat itu mengikuti jejak dari Cristiano Ronaldo yang dijual ke klub sepakbola Italia.

Pemain sepakbola Inter Milan ini juga sudah menyatakan ketertarikannya dengan pemain tersebut, tetapi skuad Real Madrid ini juga terus menahan sang pemain agar tidak pergi dari skuad yang sekarang dirinya bela itu. Sebelumnya, skuad Real Madrid itu juga disebut telah menjanjikan untuk membiarkan Modric jika dirinya ingin pergi pada bursa transfer musim panas 2018 ini.

Tetapi, hengkangnya pemain sepakbola papan atas Cristiano Ronaldo yang dimiliki oleh madrid ini juga membuat para pemegang saham dari skuad Real Madrid juga tidak akan mengambil resiko yang fatal. Modric masih dirinya anggap sebagai satu di antara pemain penting yang memperkuat Los Blancos.

Luis Mila

Menurut pelatih Timnas Indonesia U-23 yaitu Luis Milla telah menilai bahwa ia tak memungkiri bahwa pemainnya yang berada di posisi winger itu lincah yaitu Febri Hariyadi, merupakan pemain yang sangat penting untuk tim Indonesia. Walaupun begitu, sang pelatih tetap mengantipasi kondisinya dan juga berharap lebih di laga terakhir melawan Hong Kong agar pemainnya itu dapat tampil lebih tenang di atas lapangan dari pertandingan sebelumnya.
Pemain itu berasal dari jebolan Persib Bandung, ia merupakan salah satu di antara pemain yang dibutuhkan dan diandalkan oleh Milla di Timnas Indonesia U-23. Pemain yang berusia 23 tahun itu selalu menampilkan aksi dengan kemampuan yang mengundang kekaguman publik setiap kali ia mendapatkan bola di kakinya.
Tetapi gaya bermain dari pemain yang bernomor punggung 13 itu di Timnas Indonesia U-23 sudah dilirik dan juga dijaga ketat oleh para pemain dari Laos. Dan mereka pun mendapatkan hasilnya karena pergerakan dari Febri pun sudah terbaca dan mereka mampu mengatasinya walau terdapat dari sejumlah pergerakannya dan itu cukup untuk membuat Laos kewalahan.
Menurut pelatih dari Timnas Indonesia U-23 tersebut, permainan dari Febri memang sosok yang dibutuhkan didalam tim karena sebagai seorang penyeimbang tim.
“Febri merupakan pemain yang banyak membantu tim kami, dia merupakan seorang penyeimbang di dalam tim ini. Mungkin dia masih harus lebih tenang saat bermain karena Febri merupakan seorang pemain yang selalu melakukan pergerakan dengan kecepatan tinggi,” ujar Luis Milla.
“Saya sudah tidak bisa banyak berkata-kata lagi soal hal itu karena memang permainan Febri menggunakan kecepatan yang sangat tinggi. Namun, satu hal yang penting, Febri juga merupakan pemain yang penting sama seperti teman-temannya yang lain,” lanjutnya.
Perjuangan dari Febri Hariyadi dan kawan-kawannya bagi Indonesia untuk bisa lolos ke 16 besar sepak bola Asian Games 2018 akan ditentukan apakah lolos atau tidaknya pada laga terakhir dengan melawan tim Hong Kong di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada Senin (20/8/2018).

Kim Kurniawan akan kembali bertanding bersama Persib Bandung

Klub papan atas asal Jawa Barat yaitu Persib Bandung sekarang mendapat kabar gembira setelah pemain bintang andalannya itu bisa lagi membela klubnya. Kim Jeffrey Kurniawan mulai menginjakkan kakinya di lapangan hijau lagi, yang kita ketahui bahwa ia telah mengalami cedera lutut.
Sebelumnya Kim sudah menjalani comeback bersama Persib pada saat ajang Piala Indonesia. Dia tampil di menit ke-90+2 yang menggantikan Muchmad Wildan Ramdhani pada putaran pertama Piala Indonesia menghadapi PSKC Cimahi yang berada di Stadion Wiradadaha Tasikmalaya, Rabu 15 Agustus 2018.
Walaupun hanya bermain 3 menit, Kim mengakui kepercayaan dirinya meningkat. Gelandang naturalisasi asal Jerman itupun menargetkan untuk segera tampil kembali bersama para pemain Persib.
Dia saat ini tengah berharap untuk bisa dimasukan ke lapangan hijau untuk menampilkan aksinya saat Persib menghadapi Arema FC pada laga lanjutan kompetisi Go-Jek Liga 1 bersama Bukalapak 2018. Laga ini akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 13 September 2018.
Kim mengatakan bahwa ia sudah siap secara mental maupun juga fisik. “Lawan Arema jadi target berikutnya mudah-mudahan tercapai,” kata pemain bernomor punggung 23 tersebut.
Untuk mewujudkan dari targetnya itu, Kim dengan kerja kerasnya untuk meningkatkan kondisinya. Hal itu untuk bisa meraih kepercayaan dari sang pelatih Persib yaitu Mario Gomez kepada dirinya.
“Tentu harus kerja keras untuk mendapatkan kepercayaan pelatih. Teman lain sudah lama berlatih, jadi saya harus mengejar ketertinggalan,” ucapnya.
Sebagai pelatih, Gomez pun mengaku turut bahagia dengan kembalinya Kim, pemain bintangnya untuk merumput bersama klub dengan julukan Maung Bandung itu. Walau hanya tampil tidak lebih dari lima menit permainan, Gomez melihat dan memilai bahwa hal tersebut sangat bagus untuk mengembalikan rasa percaya diri Kim pasca terjadinya cedera patah tulang fibula yang dialaminya akhir tahun 2017 lalu.
“Step by step. Saya ingin dia merasakan kembali atmosfer pertandingan. Merasakan berada di hadapan Bobotoh, masuk ruang ganti, menjalani pemanasan bersama yang lain. Saya rasa itu awal yang sangat baik untuk Kim,” ujar Gomez.

Beto akan menyusul top skor penyerang Korea Selatan

Pemain yang berposisi sebagai penyerang di Timnas Indonesia U-23 yaitu Beto Goncalves telah mengancam akan posisi dari striker Korea Selatan yaitu Hwang Ui-jo yang sekarang berada di puncak daftar top skor cabang sepak bola Asian Games 2018 usai mencetak dua gol ke gawang Timnas Laos pada Jumat (17/8).
Penampilan dari Beto kembali dengan menunjuk aksi ketajamannya bersama Timnas Indonesia U-23. Yang di ketahui bahwa ia tidak dimainkan saat pertandingan Indonesia melawan Palestina yang mengharuskan Indonesia kalah, penyerang naturalisasi berdarah Brasil itu telah mencetakan dua gol saat mengalahkan Laos dengan skor 3-0.
Dengan adanya tambahan dari dua gol itu, membuat pemain berusia 37 tahun itu kini sudah mengoleksi tiga gol di Asian Games 2018. Sebelumnya, penyerang Sriwijaya FC itu telah mencetak satu gol saat Timnas Indonesia U-23 mengalahkan Taiwan 4-0 di laga pertama.
Dengan torehan tiga gol tersebut, Beto sekarang memiliki jumlah gol yang sama dengan pemain dari Hong Kong yaitu Tan Chun Lok dan pemain penyerang Malaysia yaitu Safawi Rasid. Dari ketiga pemain itu, mereka hanya tertinggal satu gol dari pemain penyerang asal Korea Selatan yaitu Hwang Ui-jo.
Sebelumnya Ui-jo telah menciptakan hattrick pada saat Korea Selatan menang melawan Bahrain dengan skor 6-0 pada laga pertama Grup E lalu ia mencetak satu gol saat juara bertahan Asian Games itu dikalahkan Malaysia dengan skor 1-2.
Pemain berposisi sebagai gelandang Timnas Indonesia U-23 yaitu Stefano Lilipaly juga ikut bersaing di daftar top skor Asian Games 2018 mencatatkan torehan dua gol. Lilipaly menjadi salah satu dari 13 pemain yang sudah mencetak dua gol di Asian Games 2018.
Dengan adanya kemenangan atas Laos telah membuat Timnas Indonesia U-23 berada urutan ketiga di klasemen Grup A Asian Games 2018 dengan torehan tiga poin. Langkah selanjutnya Tim Garuda Muda mengakhiri pertandingan penyisihan grup untuk lolos ke 16 besar dan mereka akan menghadapi Hong Kong, Senin (20/8).

Arema FC mulai menyiapkan diri berlatih dengan keras

Waktu untuk momen liburan bagi para pemain Arema FC kini sudah berakhir. Hamka Hamzah dkk. harus menjalani latihan di lapangan Futsal Champions, Ma Chung, Kota Malang, Sabtu sore (18/8/2018).
Sebagai pelatih, Milan Petrovic tak suka untuk terlalu lama-lama ‘membuang waktu’ pada saat jeda kompetisi Gojek Liga 1 bersama Bukalapak musim 2018. Pelatih Arema FC ini langsung menjalankan tugasnya yaitu melatih dengan cepat karena timnya harus kembali berlatih setelah mereka mendapat libur sepekan.

“Kami harus kembali mempersiapkan diri,” ujar Milan Petrovic, usai latihan timnya di Lapangan Futsal Champions Tidar, Sabtu (18/08).

“Kami harus kembali bekerja keras dan berbenah,” sambungnya.
Menurut pelatih berumur 41 tahun itu, anak asuhnya tak bisa begitu saja untuk berleha-leha pada saat jeda kompetisi ini. Dikarenakan seusai jeda ini, mereka sudah dinanti oleh sejumlah laga berat.
Sebelum Milan melatih dengan keras anak asuhnya, ia memberikan program hanya untuk mengembalikan dan menstabilkan kondisi para pemainnya karena setelah liburan satu pekan kemarin telah membuat performa para pemain Arema FC menurun.

“Masih ada waktu untuk mengembalikan kondisi pemain karena ada waktu persiapan 25 hari lagi sebelum kompetisi dimulai kembali,” kata Milan.
“Kami akan menghadapi Persib Bandung, Madura United, Persipura Jayapura, dan Persebaya Surabaya. Tak ada lawan yang mudah,” tuturnya.

Sebelumnya terdapat jadwal dimana kompetisi untuk Liga 1 musim 2018 berhenti selama sebulan dulu. Jeda ini dimaksud karena adanya penyelenggaraan Asian Games 2018 yang berada di Jakarta, Palembang, dan sejumlah daerah di Jawa Barat.

Untuk saat ini, klub Arema FC di klasemen sementara Liga 1 masih menduduki di papan bawah. Mereka kini berada di peringkat 14 klasemen, dengan mencatatkan perolehan koleksi mereka yaitu 25 poin dari 20 pertandingan sebelumnya.

Sementara itu, Milan mengatakan bahwa untuk saat ini timnya memiliki cukup waktu untuk bersiap menanti Liga 1 yang akan berlanjut. Maka dengan itu, ia akan memanfaatkan waktu ini sebaik mungkin bagi para pemain Arema FC.

“Kami akan menjajal sejumlah opsi untuk mencari solusi terbaik bagi tim ini,” tandasnya.

Bonek memberi saran nama pelatih untuk Persebaya

Sebagai pendukung dari sepakbola, mereka berhak untuk memberikan aspirasi dan kritikan, seperti halnya pendukung dari Persebaya Surabaya yaitu Bonek Mania, mereka mengusulkan satu nama pelatih yaitu Freddy Muli untuk menjadi suksesor Angel Alfredo Vera. Sebab pelatih Kelahiran Palopo tersebut dinilai sudah mengetahui semua hal dari karakter permainan Persebaya atau biasa dijuluki sebagai Green Force.

Pelatih bernama Freddy Muli bukanlah orang yang asing untuk klub Persebaya, pelatih yang sudah berusia 56 tahun itu dahulu pernah memberi asuhan bagi tim yang berjuluk Kota Pahlawan pada saat musim 2007/2008. Dan saat itu juga, Freddy Muli telah berhasil untuk mengembalikan Persebaya ke Divisi Utama Liga Indonesia.

“Suara yang sering teman-teman dengungkan Freddy Muli. Dia kan sudah tahu karakter permainan Persebaya,” ungkap salah satu Bonek, Hasan Tiro
Freddy Muli saat ini diyakini oleh Bonek Mania karena ia bisa mengembalikan karakter dari para pemain Arek Suroboyo yang belum terlalu nampak dalam permainan Persebaya. Terutama dari permainan keras kepalanya yang untuk sekarang menjadi ciri khas dari Green Force di masa lalu.
“Tapi kita kembalikan lagi kepada manajemen, kita hanya bisa berharap Freddy Mully diangkat jadi pelatih Persebaya,” sambungnya.

Sedangkan keinginan dari Divaldo Alves untuk kembali dengan menjadi sang pelatih dari Persebaya, namun setelah dilihat-lihat nampaknya Bonek kurang sepakat dengan keinginan dari Divaldo Alves. Dikarenakan pada saat berada di Surabaya, pelatih yang berasal dari Portugal tersebut juga pernah ditentang oleh sebagian besar supporter Bonek.

“Dulu Divaldo Alves juga pernah menukangi Persebaya, tapi ternyata dia gagal dan sempat ditentang oleh teman-teman Bonek untuk out dari Persebaya, gak mungkin kalau dikembalikan lagi,” pungkasnya.
Dan untuk sejauh ini, sebagai manajemen dari Persebaya, memang belum mengumumkan resmi untuk sosok pelatih yang akan menjadi pengganti dari pelatih sebelumnya yaitu Angel Alfredo Vera. Namun menurut informasi yang telah beredar sekarang, para pengurus Persebaya akan lebih mengutamakan untuk mencari pelatih lokal dibanding pelatih asing untuk menangani para pemain Persebaya.